Keindahan Yang hilang (lagu Puisi)


Post ini merupakan pelahiran perasaan cinta kepada alam...
kebimbangan yang semakin terasa dengan keparahan pencemaran alam..
kemusnahan yang akan dibalas jua oleh alam..pada suatu ketika yang kita tidak pernah tahu...

aku dia dan adik kami...

Keindahan Yang hilang (Samsudin Jaafar)


Sayup-sayup undan tua berlagu hiba
terbang beriring di rembang petang
renik-renik mengirai bulu carik
melayang satu-satu berbaur debu
lesu berapungan di air lalu.

Daun-daun menghijau alangkah segar
kemilau danau disinar mentari
kali tenang betapa lembut mengalir ke muara
kedamaian melingkar rimba
lalu tumpah kasih nan jernih
erat bertaut cinta kasih.

Malam hiba dadanya ungu luka
pungguk tersedu pilu di atas batu
bulan tiada lagi mendandan wajah
bintang malam pudar sinarnya.


Orang bicara bulan bintang di makmal
pada buku, data dan komputer
lalu bulan dan cakerawala bisa diteroka
bisa kembara di planet dan angkasa.

Undan patah sayap gugur bulunya bertaburan
Suara siapa parau mendera di malam lara
Kali tenang tiba-tiba airnya bengis melanda
Kepada siapa anak-anak kota desa berhutang nyawa?

Bulan kini bukan menara kasih jernih
bintang-bintang bukan lagi saksi sumpah kekasih.

Lirik lagu

Dengarkan lagu ini
yang ku tulis
di saat hati terguris
melihat alam ini
semua terhakis

cintailah alam
Pelihara ia
yang musnah,
kerna kerakusan manusia
masih belum terlambat
untuk kita menyelamatkannya bersama...
(lagu n lirik...Shukachinta)

ada suara tangis
yang terselindung
di celah daun-daun

ada suara batin
yang merintih
di dasar air keruh

ada suara sendu
yang resah
dalam limpahan air ganas

kerna tangan nakal
yang menjentik sentosa
lalu alam membalas cintanya.

(adaptasi dari puisi hari terakhir persekolahan. Ahmah Bakhtiar Abdul mutalib)

juga rujuk di laman Utube keindahan yang hilang

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sajak Aku (Komsas Tingkatan 1) Lagu Puisi

Diari Hati Seorang Guru (UPSI)