Kasih yang terbagi 3

Dengan harapan kami datang,
melupakan hati kami yang pernah diluka dan walang,
melupa semua rasa kecil hati kerana masih ada kasih dan sayang,
kerana tetap darah daging yang kami kenang.

Berpusu-pusulah anak dan isteri,
merasa kami mungkin diperlu pada kali ini,
datang dengan jiwa besar dan hasrat murni,
tanda kami masih tetap peduli,
meski hati jiwa dan rasa kami,
luluh lebur dihancuri,
pernah disakiti,
diluka robek berulang ulang kali.

Namun kenyataannya masih sama,
kasih yang sudah terbahagi tiga sekian lama,
tetap memberat di sebelah sana,
hati kami memang hampa,
luka kami seluruh jiwa,
Kerana,
pilihannya tetap sama,
dia lebih rela dan suka,
menyusukan anak-anak kera.
yang sedang tersesat di belantara jiwa.

Apalah hendak diharap lagi?
korban masa dan tenaga di sini.
tetap tidak dihargai,
dipandang sepi,
rasa kami seperti hanya syok sendiri,
Kami berjauh hati,
tapi tetap terima kenyataan duniawi,
sebetulnya telah lama sekali,
kasih mu bukan milik kami lagi,
kami saja tak sedar diri.

Maka perlulah kami pergi.
Saat kami rasa kami tidak diperlukan lagi,
kami janji,
tidak berharap terlalu banyak padamu lagi,
Mulai tika dan saat ini.

Jangan kita terlalu takbur,
masa beredar takkan berundur,
Allah juga tak pernah tidur,
doa yang teraniaya mudah termakbul.

Kuching /JejakaPendiam
Tiada kaitan antara yg hidup dan yang mati.

Rabiaatul Adawiyah Morni (komen yang murni2 saja please)

Comments

Popular posts from this blog

Sajak Aku (Komsas Tingkatan 1) Lagu Puisi

29 Februari dan Aku

Keindahan Yang hilang (lagu Puisi)