Mak...Aku Rindu



Tahukah kau?
Saat ini aku merinduimu
Merindui kasih sayangmu
Yang sebenarnya tidak pernah lelah kau hamburkan.

Mak
Kecil-kecil dulu
Aku tak kenal erti sengsara
Apa lagi derita dan air mata
Hanya tahuku makna suka
Hanya tahuku meminta-minta
Yang sedaya upaya kau adakannya
Kudengar cerita kalian berdua
Rupanya hidupmu tak seindah yang aku duga.

Mak
Pernahku terbaca
Coretan cinta kalian berdua
Surat cinta utusan Malaysia ke Singapura
Dalam utusan kau bercerita
Tentang rindu tentang cinta
Tentang anak-anak kalian yang semakin membesar
Anak lelaki ke tahun satu
Anak perempuan ke tahun dua

Rancak kau bercerita
Lebih banyak tentang sengsara
Tentang uniform sekolah kami yang kau hutang di kedai cina
Tentang anak-anak ke sekolah tanpa duit belanja
Tentang rutin pagimu menyedia “nasik aruk” dan air teh bunga 
Bekal kami kesekolah, tak mahu kami meminta-minta
                        Tak mahu kami menahan lapar
Lencun aku dengan air mata.

Mak
Mesti mak ingat
Tiap-tiap minggu mak bertenggek di rumah "Wa"
Tunggu telefon dari bapak di Singapura
Wajah ceria bila ada kiriman belanja
Tapi lihatku
Wajah itu lebih sempurna…karena dapat lepas rindu dan luah cinta…
Tahan rasa tunggu bapak pulang hari raya.

Mak
Ingat lagi tak?
Waktu kami kau sebat
Kerana aku pergi bermain
Dari pagi sampai senja
Bagai sesat jalan tak tahu peta
Oh mak kejamnya (hatiku bersuara)
Teruk dibelasah sampai “kenyanya”
Akhirnya…
Maaf kau pinta
Niat mahu mengajar…
Berlinang air mata kita…

Mak
Aku ingat lagi
Aku selalu teman mak pergi pasar
Naik taxi, bus, bukan kereta
Mak tahu naik taxi aku suka
Sebab taxi hantar sampai anak tangga
Bus pula hantar hanya di tepi jalan besar
Kita turun bersama
Tapi sikap keanak-anakkan ku menuntut aku bermain di pintu bus..
Bus bergerak tiba-tiba
Aku cemas, terjun saja
Terduduk ku di atas batu-batu
Kenangan itu mak….
Sangat aku rindu.

Mak
Bila Allah ambil bapak dari kita
Mak kata tak apa
Allah lebih sayang dia
Raut tabahmu bercerita
Tentang cintamu pada Dia dan dia
Kau ajar aku makna redha
Walau nikmat itu hilang
Ketika kita masih berpaut teguh pada lengan kudratnya.

Mak
Dengan linang air mata
Basah pipimu
Bila kisah kecilmu ku tanya
Mula tertafsir olehku
Aku punya ibu yang berhati waja
Terhebat di dunia

Mak
Aku tahu kamu kuat
Tapi jiwa wanitamu kekadang terusik
Dengan dugaan yang berat
Aku akui kamu hebat
Bagaimana harus ku nyatakan syukur
Atas kurniaan Allah yang mengurniakan kamu
Kamu… kamu adalah satu nikmat

Mak
Coretan ini menggamit rinduku, mungkin mengusik hatimu
Maafkan anakmu mak
Aku ingin kenangan ini
Abadi dalam hidupku
Untuk kita tatap
Andai suatu hari aku merinduimu
Atau mak merindui aku…siapa tahu…
                                               

                                 Ezaan adhar
                                3.44am/12211 /sabtu /umah KZ upsi





Comments

Popular posts from this blog

Sajak Aku (Komsas Tingkatan 1) Lagu Puisi

Diari Hati Seorang Guru (UPSI)

Keindahan Yang hilang (lagu Puisi)